TENTANG SAI20

Pandemi COVID-19 telah memberikan tekanan ekonomi, fiskal, dan sosial ke semua Negara di dunia. Hal ini mengharuskan semua negara untuk bertindak dalam mengatasi krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya ini. Sejumlah besar dana publik digunakan oleh pemerintah masing-masing negara untuk menangani krisis ini melalui berbagai inisiatif di tingkat nasional, regional, dan global. G20 memiliki komitmen yang kuat untuk mengatasi tantangan global yang paling mendesak saat ini, dan menyatukan upaya bersama demi recovery yang lebih baik dari krisis COVID-19 untuk kemudian mewujudkan pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif di negara-negara di seluruh dunia.

Supreme Audit Institution (SAI) memiliki pengaruh substansial dalam men-develop tahapan yang efektif dalam merespons berbagai hal demi terciptanya pemerintahan yang lebih gesit dan andal, terwujudnya pembangunan yang demokratis, dan tumbuhnya kepercayaan masyarakat. Hal ini sejalan dengan tujuan global SAI yaitu memainkan peran kunci strategis demi kehidupan masyarakat yang lebih baik.

Dalam konteks ini, SAI masing-masing negara perlu mengambil peran sebagai mitra G20 dalam memastikan dan meningkatkan kinerja dan akuntabilitas lembaga sektor publik serta efektivitas dari program dan kebijakan yang dijalankan.

SAI (Supreme Audit Institution)

SAI memiliki pengaruh penting di dalam menjamin keefektifan audit keuangan negara demi merespons pemerintahan yang lebih gesit dan andal, mendukung pembangunan yang bersifat demokratis, dan menjaga kepercayaan masyarakat. Hal ini sejalan dengan tujuan global SAI, yaitu untuk memainkan peran kunci positif bagi kehidupan masyarakat bernegara.

Dalam konteks ini, SAI masing-masing negara perlu mengambil peran sebagai mitra pemerintah negara G20 dalam memastikan dan meningkatkan kinerja dan akuntabilitas lembaga sektor publik serta efektivitas program dan kebijakan masing-masing negara.

Untuk memastikan bahwa rekomendasi audit SAI dilaksanakan dengan baik, parlemen atau badan legislatif juga harus ikut mengawasi pemerintah, sehingga program dan perencanaan negara selaras dengan rekomendasi parlemen serta kepentingan publik. Sinergi antara ketiga pilar tersebut diharapkan dapat mewujudkan akuntabilitas pemerintah bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Audit sektor publik, sebagaimana diperjuangkan oleh SAI, memiliki bagian penting untuk mendorong efisiensi, akuntabilitas, efektivitas, dan transparansi administrasi publik, juga ikut memperkuat respons global terhadap krisis COVID-19 dan mendukung implementasi program-program SDG (Sustainable Development Goals).

SAI harus secara tepat menanggapi tantangan masyarakat luas, harapan berbagai pemangku kepentingan, dan meminimalisir risiko yang muncul. SAI juga harus tanggap terhadap perubahan kondisi di mana audit dilakukan, untuk menjamin akuntabilitas dan kredibilitas SAI. Peran penting tersebut menuntut SAI untuk menunjukkan relevansinya dengan pemerintah, parlemen, dan pemangku kepentingan lainnya, termasuk masyarakat.

Karena SAI harus mampu menunjukkan akuntabilitas dan kredibilitasnya, SAI juga perlu mempersiapkan risiko yang timbul dan kemungkinan perubahan cepat di dalam proses audit. Oleh karena itu, SAI harus memiliki suatu dialog yang efektif dengan pemangku kepentingan tentang strategi peningkatan pelayanan di sektor publik. Memberikan jaminan pada tata kelola, manajemen dan dampak kebijakan, tetap menjadi inti dari proses audit di masa mendatang.

Selain itu, SAI harus memiliki pemahaman yang baik tentang perkembangan di sektor publik yang lebih luas, lebih penting lagi setelah pandemi COVID-19, yaitu untuk berkontribusi pada pencapaian program-program SDG dan melakukan dialog yang bermakna dengan pemangku kepentingan tentang bagaimana SAI dapat memfasilitasi perbaikan dalam manajemen sektor publik. Peran pandangan ke depan, ketahanan dan keberlanjutan adalah strategi kunci untuk memungkinkan sektor publik dalam mempraktikkan tata kelola yang fleksibel di era saat ini.

SAI20 Berada di Engagement Group G20

Sejalan dengan tema Presidensi G20 Indonesia “Recover Together, Recover Stronger”, perlu dibentuk Engagement Group (EG) yang berfokus pada tata kelola yang baik dan akuntabel melalui peran SAI di bawah G20, atau dinamakan SAI20. EG ini diharapkan dapat memperkuat dan memberdayakan proses engagement tentang audit melalui dialog kebijakan dan identifikasi terbaik. Dalam konteks VUCA (volatile, uncertain, complex and ambiguous—ketidakstabilan, ketidakpastian, kerumitan, dan sifat ambigu) saat ini, manajemen sektor publik dan kebijakan berubah dengan cepat. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan peran SAI di masa depan.

Peran ini akan dilaksanakan dalam kerangka SAI 20 sebagai EG terdepan dalam menciptakan pendekatan tata kelola pasca-Covid19 yang berwawasan ke depan serta bertujuan mencapai target SDG. Meskipun SAI beroperasi di bawah mandat dan model yang berbeda, dengan pembentukan SAI20, setiap SAI dari negara-negara G20 akan dapat mempromosikan nilai dan manfaat dari pekerjaan audit mereka untuk demokrasi dan akuntabilitas di yurisdiksi masing-masing. Forum ini juga dapat menciptakan peluang untuk meningkatkan keterbukaan dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kualitas dan kedalaman pekerjaan audit SAI serta meningkatkan ketahanan tata kelola.

Selanjutnya, SAI20 akan berfungsi sebagai platform untuk berbagi pandangan strategis ke depan sehingga pekerjaan G20 dapat memandu pemerintah menuju pendekatan yang membuat masyarakat lebih tangguh, serta meningkatkan pembuatan kebijakan yang baik dan akuntabel di antara negara-negara anggota G20. Terakhir, SAI20 harus mengambil bagian tidak hanya untuk memulihkan kondisi ekonomi, tetapi juga untuk memastikan keberlanjutan bisnis, sehingga dapat mengarah pada kehidupan warga yang lebih baik, dunia yang lebih baik, dan membangun akuntabilitas untuk semua.

PENDEKATAN DAN TUJUAN KEBIJAKAN

Pembentukan SAI20 bertujuan untuk:

  1. 1. Mempromosikan kolaborasi antara SAI di negara-negara G20 dan pemangku kepentingan lainnya untuk berkontribusi menyesuaikan pengawasan, mengembangkan wawasan, dan memberikan pandangan strategis ke depan untuk mendorong tata kelola ekonomi yang akuntabel.
  2. 2. Mengembangkan platform untuk memperkuat peran SAI sebagai mitra negara-negara anggota G20 dalam merespon isu-isu global.

Tujuan ini mewakili tujuan kebijakan SAI20 untuk mendorong saling pengertian yang lebih kuat di antara SAI masing-masing negara dalam rangka memenuhi komitmen SAI20 dalam menjalankan perannya sebagai mitra yang andal dan strategis bagi pemerintah untuk memastikan keberlanjutan bisnis dan meningkatkan tata kelola yang tangguh.

KOTA-KOTA TUAN RUMAH SAI20

BALI

Bali adalah nama provinsi di Indonesia yang berposisi paling barat dari Kepulauan Sunda Kecil. Bali berada di sebelah timur Pulau Jawa dan di sebelah barat Pulau Lombok. Provinsi ini mencakup pulau Bali dan beberapa pulau kecil di sekitarnya, terutama Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan. Ibukota provinsi Bali, Denpasar, adalah kota terpadat di Kepulauan Sunda Kecil dan terbesar kedua, setelah Makassar, di wilayah Indonesia Timur. Provinsi ini adalah tujuan wisata utama Indonesia, dengan peningkatan pariwisata yang signifikan sejak tahun 1980-an. Bisnis yang terkait dengan pariwisata menyumbang 80% dari perekonomian Bali.

TIMELINE SAI20

26 - 27 Januari 2022

Nusa Dua, Bali, Indonesia

Jun 17, 2022
SAI20 Seminar

Labuan Bajo, NTT, Indonesia

20-21 May 2022

Labuan Bajo, NTT, Indonesia

 

 

29-30 Aug 2022

Nusa Dua, Bali, Indonesia

 

 

 

DELEGATES

Indonesia

United States Of America

COMMITTEE